Sekilas Pengantar Geopolitik

0
16
sumber foto: koleksi pribadi

Sebelum masuk ke dalam pengantar ringkas geopolitik, ada satu istilah populer yang menarik yaitu konspirasi. Konspirasi bagi banyak orang menjadi suatu penjelasan atas apa yang terjadi. Umumnya bersifat menyalahkan orang atau kelompok lain yang dituduh sebagai konspirator.

Akibatnya, kita sering mendengar bahwa situasi A Yahudi yang berperan, kejadian B adalah mainannya Cina dan seterusnya. Atas dasar ini Prof Azyumardi Azra dalam suatu tulisannya menyebutkan bahwa konspirasi adalah mekanisme pertahanan diri bagi orang yang tidak bisa melawan situasi yang dia hadapi (khususnya umat Islam).

Sebagai suatu penjelasan alternatif, beragam teori konspirasi sah – sah saja diterima. Bagi yang belum familiar silahkan cari buku yang relevan. Salah satu cara bisa membaca buku Knight Templar Knight of Christ karangan Rizky Ridyasmara. Meskipun demikian, kalaupun faktanya konspirasi itu benar dan aktornya jelas, apa selanjutnya? Sebab konspirasi tidak memberikan hal yang detil terhadap persoalan yang terjadi. Pada titik inilah, menurut saya, geopolitik memberikan penjelasan yang lebih bisa “menggerakkan”.

Banyak definisi mengenai geopolitik, namun intinya adalah hubungan antara politik internasional dan geografi. Geografi yang bagaimana? Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada dalam suatu kawasan tertentu di bumi.

Ilmu geopolitik memiliki banyak teori. Misalnya teori Heartland (jantung dunia) dari Mackinder yang menyatakan siapa saja yang menguasai daerah jantung (umumnya diwilayah eks Uni Sovyet) maka dia akan menguasai dunia. Teori lain, Sea Power (penguasaan laut) dari Mahan menyatakan bahwa negara yang menguasai laut akan menguasai dunia.  Dan banyak lagi teori lainnya.

Dari kedua teori itu saja kita dapat suatu kesimpulan, bahwa daratan dan lautan merupakan sesuatu yang diperebutkan oleh negara-negara dunia. Mengapa? Di sana ada ruang hidup dan ada sumber daya untuk kehidupan. Perebutan ini tidak hanya mengenai penguasaan sumber daya yang ada di suatu kawasan, namun juga memperebutkan pengaruh untuk pemasaran produk yang ada di negara asal ke negara tujuan.

Sebagian besar kita pernah menonton drama atau mendengar lagu Korea (Korea Selatan tentunya). Ketika K-POP dan drama Korea lagi panas-panasnya, Samsung begitu laris manis. Mengapa? Karena orang begitu gandrung segala sesuatu berbau Korea. Bahkan banyak orang mempelajari bahasa Korea atau setidaknya berkorea-koreaan lewat akun media sosial mereka.

Pada poin ini ada prinsip kunci yang harus dipahami yakni national interest (kepentingan nasional) suatu negara. Apakah produksi berbagai sinema Hollywood dengan berbagai kecanggihan Amerika di dalamnya hanya sekadar hiburan saja? Tentu tidak.

Setidaknya film adalah pintu untuk mempengaruhi bangsa-bangsa lain yang menontonnya. Setelah film masuk agenda komoditas pun masuk. Jadilah kita merasa trendy nongkrong di starbucks, KFC dan seterusnya. Padahal kawa daun atau kopi dan goreng bikinan para ibu2 terasa lebih familiar di lidah.

Sekarang kita masuk ke bagian yang lebih kompleks. Mengapa Amerika memiliki banyak pangkalan di seluruh dunia? Negara Paman Sam itu memiliki pangkalan militer di Jepang, Arab Saudi, Filipina dan beberapa negara lainnya. Tidak mungkin Amerika memiliki sebanyak itu tanpa ada kepentingan di dalamnya. Sebab menghabiskan begitu banyak biaya. Lalu apa kepentingannya? Sederhananya, lihat negara di mana pangkalan militer itu, lihat sumber daya alamnya dan lihat negara sekitarnya.

Data yang didapatkan mengenai sumber daya alam, kondisi sosial ekonomi memberikan insight tentang mengapa konflik biasanya terjadi antar blok negara besar atau negara – negara dalam suatu kawasan tertentu. Dan adakalanya menggelikan ketika negara tertentu ikut serta di konflik negara lain. Misalnya mengapa dalam situasi Suriah, Amerika Serikat dan Rusia ikut berperan? Atau apa penjelasan Iran menghadang dan menangkap kapal Amerika Serikat berkali – kali?

Berbagi dengan teman..
Muhammad Farid Salman Alfarisi RM

Tinggalkan Balasan