Kadal Gurun: Definisi dan Percakapan

0
183
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Pernyataan yang disepakati semua orang adalah manusia merupakan makhluk yang sarat dengan makna. Semenjak proses kognitifnya berjalan manusia terus menerus memahami dirinya dan lingkungan sekitarnya. Mulai dari eksistensinya sebagai anak dalam suatu keluarga hingga ketika dia berkelompok dengan orang lain.

Interaksi antara dirinya dan kelompok memberikan suatu pemaknaan baru. Bisa jadi dimulai dengan pertanyaan, apakah benar dirinya bagian dari suatu kelompok  ataukah dengan kelompok lain. Di dalam subdisiplin psikologi sosial, biasanya dibahas dalam topik identitas sosial.

Pada pilpres lalu, muncul istilah untuk melabeli dua kelompok yang saling bertentangan karena preferensi politik yaitu Cebong untuk pendukung Jokowi dan Kampret untuk pendukung Prabowo. Kemunculan istilah binatang ini ke publik cukup mengejutkan. Masa iya manusia mendefenisikan dirinya dengan binatang? Orang bisa berargumen, itu bukan identitas namun label yang  diberikan oleh kelompok berseberangan.Suka atau tidak cebong dan kampret sudah begitu tenar.

Kini terminologi lain muncul, yaitu kadal gurun yang diabreviasi dengan kadrun. Karena lahirnya di internet khususnya di media sosial, menjadi menarik untuk ditelusuri, seperti apa definisinya? Percakapan seperti apa yang terkait dengannya? Bagaimana persebarannya?

Drone Emprit melalui layanan Drone Emprit Academic menyediakan data terkait fenomena istilah tersebut melalui dua kata kunci yaitu kadal gurun dan kadrun. Dengan menarik data twitter dari tanggal 19  sampai 25 Oktober 2019 terdapat beberapa hasil yang menarik.

Jumlah twit berbentuk mention terkait kadal gurun dan kadrun mencapai titik puncaknya pada tanggal 20 Oktober yaitu sebanyak 4.049 twit. Ini bertepatan dengan hari pelantikan Presiden Jokowi untuk periodenya yang kedua. Kelihatannya ada hubungan antara politik dengan kadal gurun. Namun menjadi lebih penting untuk memahami bagaimana netizen mengkonstruksi istilah kadal gurun tersebut, kepada siapa dialamatkan dan siapa saja yang terlibat dalam percakapan tentangnya.

Pendefinisian Kadal Gurun

Dari beberapa cuitan pada tanggal itu terlihat beberapa orang menyambungkan antara Kampret dengan Kadrun. Misalnya akun @kill_khilafah mengatakan “Ahok @basuki_btp Tiba di MPR untuk Saksikan Pelantikan Jokowi-Ma’ruf.. Seketika Kadrun & Kampret jadi kejang-kejang banting TV banting Hape.. #CongratsJokowiMarufAmin”. Akun lain @Tere_one34 menyatakan “Prioritas kerja @jokowi Pembangunan SDM..Bagus pak,  sektor pendidikan, skill dan behavior menjadi ujung dari SDM.. Klu pinter namun kecerdasan emosi dan prilaku ancur,  hasilnya model. Kampret kadrun pak.. #CongratsJokowiMarufAmin.”

Di tempat lain terdapat asosiasi kadal gurun dengan isu khilafah dan radikalisme. Misalnya @elHurryKoRn mencuit ““PIDATO KENEGARAAN ” Yang Saya Hormati Pimpinan Lembaga2 Tinggi Negara & Tentu saja Sahabat saya P. @prabowo & P. @sandiuno ” YG KALAHPUN DIRANGKUL, KECUALI KADRUN KHILAFAH OUT !! #pelantikanpresiden. Teroris, Radikal, Rasis jangan di beri ruang angin segar bisa hidup dan berkembang di bumi pertiwi.” @YohanesPatty2 menyatakan “Kelompok Kadal gurun telah merobek kebhinekaan, mengoyak Merah Putih, Merusak kesakralan Agama, merongrong Kedaulatan NKRI dan Pancasila.”

Ada juga yang spesifik menghubungkan kadal gurun dengan lembaga tertentu. Misalnya akun @bangzul_88 berkicau, “Teroris FPI/HTI kadal gurun. Siapa takut.. Saatnya kita bergerak melawan! #CongratsJokowiMarufAmin.” Demikian pula dengan akun @kemalarsjad “Mengajarkan kebodohan dan Kesesatan berpikir adalah ciri khas @PKSejahtera dan para kadal Gurun pengusung Khilafah ala IM-PKS dan HTI #IndonesiaDamaiTanpaPKS #IndonesiaDamaiTanpaHTI.”

Dari data beberapa cuitan di atas dapat dilihat ada keberlanjutan labelling antara kampret dan kadal gurun. Yakni sekelompok orang yang tidak memilih pemenang pilpres 2019, Jokowi – Ma’ruf Amin. Tidak hanya itu frasa kadal gurun juga merujuk pada preferensi ideologi keagamaan dengan hadirnya isu khilafah dan radikalisme. Bahkan sudah terdapat pengerucutan terhadap tiga lembaga yakni HTI, FPI dan PKS. Artinya dalam frasa kadal gurun terdapat makna politik sekaligus keagamaan.

Silahkan saja tidak sepakat dengan usaha pendefinisian di atas, sebab ada kemungkinan lain. Bisa jadi orang hanya melihat preferensi politik dan keagamaan tanpa harus mengalamatkan istilah kadal gurun kepada institusi tertentu. Bagaimanapun jika diperiksa lebih lanjut, HTI, FPI dan PKS adalah tiga lembaga yang berbeda.

HTI merupakan jaringan transnasional yang terkenal dengan isu khilafahnya, FPI bersifat nasional yang kerap mengusung syariatisasi Indonesia serta PKS adalah partai politik peserta Pilpres 2019 yang berkompetisi dalam demokrasi.

Sebaran Percakapan Tentang Kadal Gurun

Secara umum, dalam periode 19 – 25 Oktober, percakapan terbanyak  tentang kadal gurun berpusat pada tiga pulau yaitu Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Dari tiga pulau tersebut terdapat tiga provinsi terbanyak yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah secara berturut – turut. Banyaknya percakapan di beberapa provinsi ini terkait dengan tiga kemungkinan yaitu kedekatan dengan pusat kekuasaan, frekuensi penggunaan twitter dan yang paling penting adalah bahwa isu kadal gurun ini patut untuk didiskusikan secara publik.

Drone Emprit juga menggali data tentang kategori akun berdasarkan jumlah pengikut yang concern terhadap isu kadal gurun.

Data tersebut menunjukkan bahwa cuitan yang paling banyak tentang kadal gurun dilakukan oleh akun dengan jumlah pengikut 101 – 500 (32,50%), diikuti oleh akun dengan 1001 – 10000 pengikut (19,16%) dan akun dengan 501 – 1000 pengikut (13,84%).

Percakapan tentang  kadal gurun ini punya kemungkinan tidak alamiah atau menggunakan bot. Ini menjadi alasan penting untuk melihat bot score.

Bot score menunjukkan bahwa 61% (skor 0 -1) percakapan bersifat alamiah. Artinya label kadal gurun murni menjadi perhatian banyak orang. Sementara itu ada penggunaan cyborg (campuran manusia dan program) sebanyak 10% (skor 2 – 3). Adapun penggunaan bot murni hanya sebanyak 2% (skor 4 – 5).

Analisa Jaringan Sosial

Analisa Jaringan Sosial atau Social Network Analysis (SNA) dalam percakapan kadal gurun sangat penting untuk dilihat, terutama untuk mengkluster kelompok – kelompok yang berbeda pandangan.

Secara umum terdapat satu kluster besar dan dua kluster kecil. Dua kluster kecil itu membuat jaringan masing – masing di luar arus utama. Seperti terlihat di peta SNA, dua jaringan tersebut berpusat pada akun @Kunto_Drummer dan @andikamalreza.

Jaringan SNA yang besar berarti isu kadal gurun hanya dikuasai oleh satu kelompok saja dalam skala yang cukup besar. Sementara dua kluster kecil tampaknya memiliki perbedaan fokus obrolan dengan jaringan besar, dan kedua kluster itu juga tidak terkoneksi satu sama lain. Jika ditelusuri, kedua akun yang menjadi sentral di kedua kluster memang bukan bagian dari pendukung pasangan calon Jokowi – Ma’ruf Amin di Pilpres yang lalu. Bahkan terkait isu kadal gurun, akun @Kunto_Drummer menantang orang yang melabelinya dengan frasa tersebut.

Berdasarkan data percakapan di twitter di atas dapat disimpulkan bahwa istilah kadal gurun dilabelkan kepada orang yang bukan pendukung Jokowi, mempunyai ideologi khilafah serta berorientasi radikal. Jadi, kadal gurun bukanlah suatu identitas di mana suatu kelompok dengan senang memakainya. Kemudian, percakapan tentang kadal gurun didominasi oleh pengguna akun yang berada di pulau Jawa dan mayoritas perbicangan bersifat alamiah.

Terakhir, ada ketidakseimbangan jaringan antara antara kelompok yang melabelkan istilah kadal gurun dengan kelompok yang melawan narasi tersebut. Kelompok yang melabelkan lebih besar jaringan percakapannya di dunia twitter dari pada pihak yang berseberangan.

Berbagi dengan teman..
Muhammad Farid Salman Alfarisi RM

Tinggalkan Balasan